![]() |
![]() |
|
|
Kategori Produk
Produk Unggulan
Informasi
Produk: 471 Kategori: 7 Harga: Rupiah Tonny Oktora
Hotline: EKSPEDISI LIVE CHAT!
LIVE CHAT!
Kronika
Jakarta, Senin 20 Oktober 2008. Tepat pukul 00.01 wibb., televisi berlangganan dengan merek dagang Astro tiba-tiba menghentikan siarannya tanpa pemberitahuan sebelumnya. Lalu muncul pengumuman bahwa siaran Astro terhenti sampai ada pemberitahuan selanjutnya. Bagi mereka yang telah membayar di muka akan dihubungi untuk proses refund. Siang harinya, masih Senin 20 Otober, pihak Astro mengirim sms kepada pelanggan yang isinya kira-kira sama dengan pengumuman di layar televisi sebelumnya. Dalam situs internetnya, www.directvisiontv.com, tertulis: "Terima Kasih Indonesia! Selama lebih dari 2 tahun PT Direct Vision telah menghadirkan siaran TV berlangganan Astro, menjadi bagian yang memperkaya kehidupan keluarga Indonesia. Kini tiba saatnya bagi kami untuk pamit tidak siaran sampai pemberitahuan lebih lanjut. Mohon maaf, bukan kehendak kami untuk berpisah dengan Anda, keluarga Indonesia. Kami tetap peduli dengan pelanggan setia kami. Bagi pelanggan yang telah membayar di muka akan dihubungi untuk proses refund. Kami bangga telah melayani Anda selama ini. Terima kasih, Atas nama seluruh karyawan, PT Direct Vision" Mengharukan, memang. Sebuah institusi bisnis yang sudah mulai berkibar, tiba-tiba harus berhenti secara mendakak. Dari teks di atas, tersirat ada masalah internal di tubuh institusi tersebut. Hingga Oktober, Astro telah menyiarkan program selama 2 tahun 7 bulan, dan 19 hari, dengan menyajikan 49 saluran lokal dan internasional, enam di antaranya produksi Astro sendiri. Ketika kami menghubungi pusat pelayanan mereka, salah seorang petugas mengatakan bahwa alasan tidak siaran itu karena perjanjian penggunaan merek dagang Astro yang selama ini di Indonesia dipegang oleh PT Direct Vision telah habis masa kontraknya. Dengan demikian pemilik merek dengan sendiri tidak lagi memberikan content siaran kepada Direct Vision lagi. Seperti kita ketahui, Astro adalah merek dagang yang dimiliki oleh perusahaan Malaysia, yakni Astro All Asia Networks Plc. Alasan tersebut kelihatan normal-normal saja dalam dunia bisnis. Tetapi tetap mengundang tanda tanya. Sebab pemutusan siaran itu berlangsung tiba-tiba. Pihak Direct Vision tidak pernah memberi tahu hal ini sebelumnya kepada para pelanggannya. Saham PT Direct Vision (DV) dimiliki oleh PT Ayunda Prima Mitra (49 persen) dan Silver Concord Holdings Limited (51 persen), keduanya masih menjadi Grup Lippo. PT DV ini memiliki 311 karyawan dan 5.000 jaringan dealer. "Astro Malaysia telah mendukung PT DV sejak Februari 2006," kata Todung Mulya Lubis, kuasa hukum Astro All Asia Networks Plc kepada pers pada hari lain. Namun, kata Todung, lebih dari dua tahun Astro tidak mendapat pembayaran dari PT DV. "Penghentian siaran diputuskan karena Astro tak pernah menerima kompensasi atas dukungan dan layanan sekitar Rp. 2,5 triliun. Tidak pernah ada usaha dari Grup Lippo mencari alternatif penyelesaian rencana joint venture," kata Todung lagi. Proses refund atau pengembalian biaya langganan, menurut pihak DV, akan dilakukan paling lambat dalam 30 hari kerja. Saat ini, DV memiliki 98.000 pelanggan. Namun hanya 36.000 pelanggan yang membayar di muka. **
Selamat Datang..
[Login | Register] Pesanan Anda:
0 Order Anda.
Total: Rp0 Paling Laris
SALE ITEMS
|
|
| Copyright © 2008 PastTenseBooks.Com Powered by: G-Store |
Pembayaran via: |